Nah, ini ulasannya. Tri Widodo, pebengkel Wanurma Motor di Pos Pengumben, Jakarta Barat, kasih pandangan. "Ada dua komponen copotan yang kudu dirawat. Logam dan non-logam (plastik). Cara merawatnya beda," kata cowok tinggi kurus, boleh disingkat tikus ini.
Logam dulu. Komponen ini rentan oksidasi (karat). "Pelek, gir rasio, rumah kopling, crankcase, silinder, baut dan mur, sebelum disimpan bersihkan dulu. Lalu olesi oli atau gemuk (gbr. 1) untuk melindungi logam dari asam udara dan air," tambah Tri.
An-An Kuda punya tips lain. "Ceburin oli aja, aluminium kagak bakal karat," bilang bos Pro-SE, di Kebon Jeruk III, Jakarta Kota ini. "Baru bungkus plastik. Biar debu nggak nempel," tambah An-An.
Beda dengan sokbreker, yang merupakan gabungan logam dan karet (sil). Perawatannya nggak perlu dikasih gemuk. "Cukup dibersihkan. Dilap kering, masukkan ke plastik," timpal Tri.
Sekarang, plastik. Buat sayap bebek, sepatbor gampang, cuci bersih (gbr. 2) dan dilap sampai kering, lalu dibungkus koran. Trus plastikin. Selesai.
Ban lain lagi. Sebaiknya bungkus plastik. (gbr. 3) "Jangan ditaruh di lantai. Apalagi ditumpuk-tumpuk. Gantung saja," wanti An-An.
Biar gampang carinya, mending kumpulin komponen yang bisa dimasukkan ke dalam kardus besar. "Simpan di tempat sejuk," tutup Tri.
Semoga Bermanfaat.
Terima Kasih, Salam Sukses untuk Anda !
Rachmadi Triatmojo
Pengelola sepeda-motor.com
Sumber : Tabloid MOTOR - PLUS
NB : Jika anda suka posting artikel ini, silakan share ke teman FACEBOOK Anda. Cukup dengan meng-KLIK link ini ! Terimakasih.













Tidak ada komentar:
Posting Komentar