Bearing mampu tahan lama dan tidak cepat terkikis syaratnya tergantung perlakuannya. Berikut contoh penyebab kerusakan laher baik baru atau sudah lama.
Pemasangan salah
Pemasangan salah penyebab cepat rusak. Pukulan yang tidak seirama pada cincin luar dan dalam, clearance yang dimiliki laher tidak lagi rata. Sehingga bola-bola yang mestinya bergelinding ideal, jadi rusak lantaran gesekan nggak seirama.
Kurang pelumas
Pelumas diperlukan untuk meredam panas dan gesekan. "Pastikan yang berkualitas. Khusus laher di dalam mesin, kudu lebih teliti lagi saat mengganti oli. Sebab geram pada oli bekas memperpendek usia laher," wanti Athanasius Ketut Hargunanto mekanik Aneka Motorsports di A WR. Supratman, Denpasar, Bali.
Beban awal berlebih
Hati-hati kala membeli laher baru. Pastikan ukuran yang tertera di cincin laher. "Sebab bila salah, terjadi beban awal berlebih sangat mungkin lantaran ketika pasang dipaksakan," tutur Nyoman Tri Mantara, Product Development & Marketing PT SKF Indonesia.
Jalan berlubang
Trek yang dilalui berlubang beban yang diterima roda dan berpusat di laher. Makanya untuk meminimalkan laher rusak, caranya cuma hati-hati memilih jalur yang tepat. Kalau tidak sempat, ganti laher baru lebih awal guna menghindari dudukan laher yang cepat oblak.
Geram, kotoran atau air
Khusus laher yang di luar mesin. Biar tidak cepat dihingapi debu, geram dan air, pastikan laher yang dipakai tertutup pelat besi atau karet. Laher yang dilindungi sil jangan lupa dipasang dan hindari debu atau air.
Beban berlebih
Kalau beban putar berlebihan, ditambah bobot yang harus ditopang tidak sesuai kekuatan laher, wajar bila bantalan gelinding cepat rusak. "Makanya disarankan pilih ukuran laher sesuai kebutuhan," jelas Erwin Susanto, mekanik Wins Motor di A Bendungan Jago Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Senin, 22 April 2013
6 Cara Bikin Awet Bearing (Laher)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)











Tidak ada komentar:
Posting Komentar