Ada peluang bisnis menggiurkan. Coba perhatikan, data penjualan motor yang terus naik-naik ke puncak gunung. Nggak percaya, cek langsung ke Polda Metro Jaya. Nomor polisi motor sampai berubah akibat kombinasi nomor sudah tidak bisa memenuhi jumlah motor yang terdaftar.
Peluangnya apa? Tentu banyak. Salah satunya, usaha perbengkelan. Ini sebuah pekerjaan menarik. Hobi ngoprek tersalur, juga dapat fulusss.
Buka usaha bengkel butuh persiapan matang. Keterampilan andal, manajemen
usaha yang balk dan modal lumayan. "Ketiganya harus dimiliki pebengkel," jelas Drs. Heru Raharja, Wakil Direktur Pusdiklat Mekanik Otomotif Warga-Suzuki di Jl. Kol. Sutarto, No. 81, Surakarta, Jawa Tengah.
Nah, kendala usang menghadang dalam hal pembiayaan. Penyediaan aiat-alat perlengkapan bengkel. Paling besar, penyediaan lokasi bengkel. "Untuk sewa kios tergantung daerah. Kalau untuk daerah, minimal Rp 6 juta-an. Berat," jelas Idrus 'Edo' Firman, pemilik bengkel rumahan bertajuk Anchezher di Jl. Lapangan Bola, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Edo sudah 8 tahun membuka bengkel di depan rumahnya. Awal usaha banyak bantuan dari Bronya. Termasuk peralatan ngebengkel. "Pasiennya teman-teman sendiri. Harga juga pertemanan," jelasnya.
Lainnya, Ign. Ketut Hargunanto. Doi lulusan Hartomo Mechanical Training Centre (HMTC). Ngebengkel rumahan di Wisma Tengger, Manukan, Surabaya. Pasiennya lumayan banyak.
Ketut maupun Edo bukan mekanik asal-asalan. Modif motor balap resmi dan liar kerap dilakukan. "Kalau order servis ringan, hampir tiap hari. Minimal 6 motor," jelas Edo.
Ikut Pelatihan Mekanik
Profesi mekanik jelas sangat menjanjikan. Pasalnya, mudah membuka lapangan kerja. Bisa jadi mekanik bengkel resmi dan umum, atau buka usaha sendiri. Salah satunya bikin bengkel rumahan.
Bisa dilihat dari minat siswa yang mendaftar kursus mekanik. "Kalau di HMTC, sebulan rata-rata yang masuk 80 sampai 100 siswa. Sebanyak 90%-nya siswa, benar-benar atas inisiatif sendiri dan bukan paksaan orang tua," buka Hartomo, pemilik kursus mekanik HMTC (Hartomo Mechanical Treaning Centre) di JlSawo, Rawamangun, Jakarta Timur.
Begitu juga dengan Pusdiklat Warga-Suzuki Surakarta. "Kami sudah meluluskan, 120 mekanik selama 3 tahun ini. Seluruh lulusannya sudah bekerja. Bahkan lulusan kami banyak yang minta," papar Drs. Heru Raharja.
Lulusan HMTC pun banyak jadi mekanik andal di luar. Contoh, Yasriel Situmorang, menjabat kepala mekanik bengkel resmi dealer Kanzen di kota Jambi. Stanley, membuka sendiri bengkel AHASS di kawasan Depok sampai Eko Andrastoni yang buka bengkel umum di Cimanggis, Jakarta Timur.
Nah, kalau dihitung perbandingan yang sudah lulus berkiprah di mana? "Kira-kira 80%-nya kerja di bengkel resmi, umum dan buka bengkel sendiri. Sisanya kerja di bidang lain selain jadi makanik," lanjut Hartomo yang sudah 4 tahun 8 bulan mendirikan kursus mekanik.
Makanya, kalau ingin cepat dapat fulus sekaligus menyalurkan hobi, kenapa enggak pilih kursus mekanik.
Kendala dan Menyiasati Bengkel Rumahan.
Secara psikologis, ngebengkel di rumah bikin waktu buanyak banget. Malam hari sampai subuh bisa digunakan untuk ngoprek. Jeleknya, ritme di lingkungan rumah sering berbaur sama kerjaan di bengkel. Akh, istri atau anak bisa aja protes kalau si bapak ngurusin bengkel melulu. Lupa ngelonin anak-bini.
"Terus terang, aku ngebengkel sebelum ada tetangga. Makanya dulu nggak problem ngebengkel di rumah ! Sekarang memang ada tetangga. Yo... kita atur sosialisasi dengan mereka. Kalau malam, nggak ada lagi acara nyetel mesin. Kalau pun nyeting motor diajak pindah agak jauh," ujar Endo Raharjo, mekanik Moge di Jl. Janganan Panggung Sewon, Bantul, Yogyakarta.
Persoalan paling utama tentu polusi suara alias berisik dari tetangga. '"Makanya, kalau nyeting motor dibawa agak jauh supaya tetangga ngqak terganggu," tambah Yadi `Dede'Supriadi, pebengkel di Jl. Cijerah II, Gg Duren, No. 140, Bandung.
Yang penting buatnya, sosialisasi yang baik dengan tetangga supaya mereka ngebengkel. Di sisi lain, pihak bengkel pun harus bisa rnembawa diri dengan baik. Saling toleransi gitu !
Kamis, 25 April 2013
Bengkel Sepeda Motor Rumahan, Modal Sedikit Laba Menggiurkan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)











Tidak ada komentar:
Posting Komentar